Jumat, 13 Februari 2015

MENUNGGU



Gelas-gelas masih tersusun rapi seakan acara malam itu baru saja terjadi kemarin. Lampu gantung yang dulunya bercahaya terang kini redup. Ruang hampa disekelilingnya tertutup debu. Semua masih tertata sama seperti terakhir kali aku melihatmu. Kau yang sering sekali bermain piano di sudut ruangan. Kadang tertawa jumawa ketika kau bisa menemukan nada yang tepat. Kadang emosi menekan tuts piano karena tidak ada satu ide pun yang muncul. Sosok tinggimu yang kokoh selalu memunggungiku. Dulu aku benci sekali dengan hal itu. Aku selalu berharap agar sedikit saja kau menatapku yang selalu menjadi fans-mu. Namun kini, tidak mengapa jika kau memunggungiku asal kau tetap di sini.

Apa begini rasanya kehilangan? Apa begini rasanya sakit itu? Entahlah. Yang jelas sekarang aku merasa sepi di ruangan ini. Tidak ada suara dentingan piano. Siluetmu yang sibuk dengan kertas not balok atau dia yang tiba-tiba muncul menemanimu beberapa bulan terakhir.


Hari kesekian. Bulan kesekian. Tahun kesekian. Aku masih menunggu.

- Regards Pipit, menulis dan menggambar karena cinta -

2 komentar:

  1. ngefans ke pianis yaa .. sosweeet

    BalasHapus
  2. Kalau di dalam cerita ini kurang lebih seperti begitu :)

    BalasHapus

what do u think, say it !