Jumat, 15 Juni 2012

MATAHARI BUMI BULAN AWAN

keisengan dijari sendiri, satu setengah tahun yang lalu
Ketika Matahari menatap jalanan sunyi, dia teringat akan Bumi yang memanggilnya. Bumi yang selalu mencintai Matahari. Bumi yang tersenyum menerima terpaan cahaya hangat dari Matahari. Bulan dalam kelam malam hanya tersenyum sinis dari sudut terdekat Bumi. Bulan jenuh melihat Matahari yang begitu polos. Menyerahkan seluruh cinta dan cahayanya hanya untuk sebuah cinta dalam angan. Bumi dan Matahari memiliki pijakan sendiri. Meskipun saling membutuhkan tetapi mereka tidak bisa bersatu. Bulan semakin tertawa melihat hal itu. Bulan bahagia menatap cinta yang menyedihkan. Namun bulan belum puas karena Bumi dan Matahari masih bisa tersenyum dengan jarak dan cinta yang menyedihkan. Bulan meminta sang Awan untuk menutup cahaya Matahari di hari ini sehingga Bumi merasa sedih dan meneteskan airmata.

- Regards Pipit, menulis dan menggambar karena cinta -

4 komentar:

  1. berarti empat sosok di jemari itu, bumi matahari, bulan dan malam yak =D

    BalasHapus
  2. kurang lebih begitu :3 eh tapi bukan malam melainkan awan :3

    BalasHapus
  3. kunjungan perdana sist...

    wah lucu yah..di jari jemari ternyata ada sun, moon and night...

    nice share

    BalasHapus
  4. aih, lucu loh...
    tapi mungkin lebih bagus lagi kalo jarinya itu tegak, jadi nggak keliatan tekukannya...

    BalasHapus

what do u think, say it !