Senin, 18 Juni 2012

AKAI

Terlahir ke dunia dengan wujud yang menggemaskan, berbulu lebat, dan berwarna orange kemerahan tidak membuat semua terlihat indah. Aku dan kembaranku harus berjuang keras melewati hari demi hari di dalam sebuah kardus minuman kaleng yang lembab.

Pernah suatu hari ada seorang anak kecil yang iba melihat kami berdua. Anak kecil itu mengelus tubuhku yang ringkih dan memberikan semangkuk susu. Susu yang pada akhirnya ditolak oleh perutku. Bukan salah kami jika akhirnya kami berdua muntah dan mengotori tubuh anak itu. Tapi Ibunya menganggap itu semua salah kami. Kami ditendang dan dicekik tanpa ampun.

"Apakah itu wujud asli manusia?" Kiiro bertanya padaku dalam jeritan.

Aku tak kuasa menjawab dan berlari, terus berlari  hingga aku kehilangan tenaga lalu pingsan.

Sebuah tusukan ranting membangunkanku. Seonggok daging bau busuk digoyang - goyangkan ke wajahku. Gadis tambun dengan wajah menyebalkan mulai menyerangai dan berteriak - teriak memanggil teman - temannya. Segerombolan manusia berwajah bengis menatapku. Mereka menarik bulu - bulu halus dari tubuhku sehingga aku merasakan nyeri yang tak tertahankan. Tak hanya itu, mereka memaksaku untuk memakan bangkai tikus yang bau sekali.

"Makan ini kucing jelek !!!"

Tak kuasa menerima itu semua, aku mencakar para manusia bengis tersebut satu per satu dan berlari sekali lagi. Di tengah pelarianku, aku tersadar bahwa aku terpisah oleh kembaranku. Aku hanya bisa berharap agar nasibnya lebih baik daripada aku dan kita bisa bertemu suatu saat nanti.

Krucuk krucuk . . .

Perut kecilku meronta, hidung kecilku dengan lihai mengikuti sebuah aroma menggiurkan. Seekor ikan goreng terhidang di atas meja sebuah warung. Tanpa berpikir panjang aku melompat ke meja dan menggigit ikan tersebut. Penjaga warung pun muncul dengan wajah menahan amarah. Dia meneriaki seorang karyawan kurus dan sedetik kemudian mereka menyiramiku dengan air panas.

Aku merangkak menahan sakit. Beberapa orang yang melewatiku hanya menatap sekilas tanpa mencoba menolongku. Oh manusia, kalian egois !!!

Dengan segenap hati, aku membenci semua manusia ini. Mereka menganggap merekalah makhluk paling mulia sehingga mereka bisa memperlakukan kucing kecil sepertiku dengan seenaknya. Aku benci semua manusia ini.

*

Seminggu menahan sakit, mengumpulkan kebencian di dalam hati, dan mengharapkan balas dendam, sebuah cahaya menyinariku. Aku merasakan sebentuk energi aneh mengalir ditubuhku. Semenit berlalu, wujudku berubah menjadi seorang gadis beryukata merah.

Aku telah menjadi youkai.

*

Ketika seseorang berubah menjadi pribadi yang jauh lebih buruk dari sebelumnya, kita tidak dapat menyalahkan orang tersebut. Setiap orang memiliki alasannya sendiri untuk melakukan apa yang dianggapnya harus dilakukan. Dan kita tidak bisa memaksa sudut pandang kita agar sama dengan sudut pandang orang tersebut. Kebenaran hakiki bukan berasal dari kesepakatan satu pihak tetapi beberapa pihak yang terkait. Namun, setiap orang memiliki definisi mereka masing - masing. Masih pantaskah kita men-judge orang lain? Jika tanpa sadar kita turut andil mengubahnya menjadi pribadi yang jauh lebih buruk.

"humans are disgusting and red is the colour of revenge"


- Regards Pipit, menulis dan menggambar karena cinta -

1 komentar:

  1. Dari awal menebak tokoh utamanya adalah bayi manusia, tetapi ternyata kucing sodara sodara... :d

    But.... Nice story

    BalasHapus

what do u think, say it !