Minggu, 05 Mei 2013

KEMBALI


( Setitik tinta jatuh ke dalam kertas putih. Kertas tersebut tidak sebersih dulu, dengan menangisinya hanya menjadi sia-sia. Ubahlah menjadi sebuah lukisan indah. Belajarlah dari kesalahan)

Berhari-hari kita lewati bersama. Memoriku penuh dengan senyuman lebar khas milikmu. Ke dua bola matamu yang bening dan penuh pengharapan selalu membuatku terhanyut untuk terus menjagamu.
Aku suka saat kau menyebut namaku dengan suaramu yang lembut. Pita suara yang bergetar itu beresonansi dengan getaran hatiku. Indah.

Aku merindukan saat itu. Hatiku memang masih beresonansi tapi kini bukan dengan suara, namun tangisanmu. Tidak ada lagi pendar bintang di kelopak matamu. Yang ada hanya dua gumpal awan mendung, tiap saat bisa memuntahkan berjuta-juta air.

Salahku. Harusnya aku bisa memotong sedikit saja keegoisanku, mendengar keluh kesahmu, dan mengerti arti diammu. Aku terlalu terlena oleh semua raut kebahagiaanmu. Merasa bahwa kau memang dewi yang tak pernah merasa sedih.

Ah, salahku. Berlari dan berlari membuat keisengan. Menarik orang lain untuk menggerus rasa hati yang kurasa telah membosankan.

Maafkan aku.
Kembalilah.
Shinta.

- Regards Pipit, menulis dan menggambar karena cinta -
Read More..

Jumat, 03 Mei 2013

KAMU

Hai kamu . . .

Hari ini matahari bersinar cerah sekali. Tubuh mungilku yang terbungkus jaket merah tebal seakan tak kuat berlari menembus keramaian. Teriakan beberapa orang tak sabaran berdengung bagaikan sekumpulan lebah. Sibuk sekali.

Aku diam sejenak menenangkan diri. Membiarkan kebisingan merasuki jiwaku yang seakan kosong. Aku kehilangan sesuatu.

Hai kamu . . .

Matahari dengan gagah mengucapkan selamat tinggal sejenak pada bumi. Bulan tersipu merona di ujung sana. Bintang-bintang berkedip manja menggodaku. Sibuk sekali.

Aku termenung. Membiarkan segala kegenitan itu menggodaku lebih jauh. Aku kehilangan sesuatu.

Hei kamu . . .

Bisakah kita berbicara sejenak? Aku lelah menyapa angin kosong, tanpamu.



- Regards Pipit, menulis dan menggambar karena cinta -
Read More..

Kamis, 02 Mei 2013

HALO, SELAMAT PAGI

Setitik embun membasahi dedaunan. Pagi menyapa gulungan selimut yang menutup rapat tubuh mungil. Cahaya diam-diam mengintip dari balik kanopi pepohonan.

Dunia telah terbangun, bersiap menyambutmu dengan sejuta keindahannya. Bagaimana dengan dirimu?

Halo, Selamat Pagi.



- Regards Pipit, menulis dan menggambar karena cinta -
Read More..