Tampilkan postingan dengan label FF. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label FF. Tampilkan semua postingan

Senin, 08 Juni 2015

GARIS IBU


Garis Ibu

Apa kamu pernah mendengar tentang garis Ibu? Konon katanya garis itu terletak dipergelangan tangan. Terbentuk dari persilangan urat nadi yang mencari jalan sendiri seperti memberitahu “hey di sini ada harta karun”. Entah bagaimana ceritanya persilangan seperti itu disebut sebagai garis ibu. Kabarnya jika seseorang memiliki garis tersebut maka nasibnya bergantung pada ibunya. Ketika sang Ibu marah, maka hidupnya akan kacau begitupun sebaliknya. Sang anak lebih baik segera melupakan kata-kata bahwa nasib seseorang bergantung pada orang itu sendiri dan ingat dengan baik bahwa keputusan terbesar ada pada sang ibu.

Tetapi, bagaimana jika garis seperti itu dibuat oleh sang ibu sendiri agar sang anak bisa diaturnya dengan seenak hati? Pernahkah terpikirkan olehmu kemungkinan seperti itu? Apa yang harus dilakukan sang anak kemudian?

Atau apa yang akan terjadi ketika sang ibu telah tiada? Apakah sang anak ikut menghilang? Apakah nasib sang anak akhirnya bisa ditentukan oleh dirinya sendiri?

Entah.

- Regards Pipit, menulis dan menggambar karena cinta -
Read More..

Sabtu, 12 Oktober 2013

DOLL




Aku melihatmu lagi. Langkahmu yang tegap melintas dijalanan yang ramai. Gesit sekali menghindar dari deretan manusia yang berpacu dengan waktu. Wajahmu tampak cemas memikirkan sesuatu. Beberapa kertas mencuat dari balik jas hitam yang kau kenakan. Sepertinya kau terburu-buru. Urusan perkerjaankah? Hmm, mungkin saja. Aku tersenyum menunggu.

Hujan deras membasahi siang di kota. Satu per satu payung dikembangkan. Aku bisa menatap kilauan rintik hujan diantara warna-warninya indah bagaikan kristal yang dilemparkan pada trampolin, memantulkan pesona. Diantara semua kemilau itu, aku berharap dapat melihat sebuah payung biru pudar. Payung usang yang selalu kau gunakan. Aku masih menunggumu.

Waktu berlalu dan malam pun mulai menjelang. Tirai-tirai telah menutupi pandanganku meninggalkan berkas hitam pekat warna malam. Ternyata kau tidak berkunjung. Aku menunggumu, menantikan cerita kisahmu tentang dunia ini. Mengenai kebisingan wanita-wanita ditempat kerjamu, amarah bosmu, atau pun kesedihan tentang dia yang jauh darimu. Aku menikmati setiap detik itu. Caramu berbicara membuatku bisa merasakan setiap alunan kalimat itu. Indah sekali dunia ini. Aku berharap bisa mendapatkan kesempatan untuk keluar dari tempat ini dan menikmati semuanya. Aku boneka kesepian.

- Regards Pipit, menulis dan menggambar karena cinta -
Read More..

Sabtu, 19 Mei 2012

THE LEGEND OF US

Setelah The Legend of Korra muncul, ternyata serial Avatar belum kelar (ya kali Korra juga belum kelar). Ada penerus baru yaitu The Legend of Us.



Dalam serial Avatar kali ini terdapat 4 karakter utama yang mencari sang Avatar.  Mereka adalah 4 anak muda yang tidak sengaja bertemu di dunia antah berantah.


Waruna (Basith), dia merupakan cicit dari Sokka (Sakka). Seorang pemuda tanggung yang menguasai seni air. Berbeda dari pendahulunya, air yang dikeluarkan berupa gumpalan air berwarna putih (bisa kali ya buat diminum). Dia adalah sosok pemuda yang kuat dan tegas namun genit apalagi jika bertemu dengan gadis yang lebih tua.


Prativ (Rizky/Iky), dia merupakan cicit dari Toph dan keponakan dari Avatar yang sedang mereka cari, avatar Us (agak gimana ya namanya hahaha). Seorang pemuda yang kadang bersikap selayaknya seorang gadis (eh -_-,). Menguasai seni tanah dengan baik dan membuka bisnis membuat tembikar di ujung utara Kerajaan Bumi.

Sawitri (Pipit), dia merupakan cicit dari Zuko. Seorang gadis yang terlihat manis diluar namun memiliki otak yang licik dan menakutkan (sepertinya sedikit gen dari Azula menyerempet ke dia). Menguasai seni api dengan cukup lihai. Sering membully Waruna yang berumur paling muda diantara mereka. Bisa bersikap manis dalam jangka waktu yang lama jika disogok dengan cokelat.


Wayu (Rinal), cicit dari Aang. Seorang pemuda yang bersifat baik dan bijak. Sering membantu Sawitri mengganggu Wayu dan Prativ (kalau tidak membantu Sawitri, ntar dia dijadiin sate). Menguasai seni angin dengan baik.

Akankah ke 4 anak muda ini bertemu Us? Yah, saya juga tidak tahu :P

- Regards Pipit, menulis dan menggambar karena cinta -
Read More..

Minggu, 23 Oktober 2011

MY LOVELY SUNBAE [PART 1]


Tittle              : My lovely sunbae
Author            : Pipit ‘sunny’
Rating             : Teenager
Casts               : -   Bae Yong Jung as Yon sama
    -      Kim Hyun Joong as Hyun
    -      Im Yoon Ah as Yoona
    -      Cho Sora
    -      Min Jung
Genre               : Romance
Length              :Short story
Disclaimer      : Bae Yong Jun belong to boundaries of forest talent agency(although I hope he’s mine, mukyaaaaaaaa), Kim Hyun Joong belong to KEYEAST talent agency, Im Yoon Ah belong to SM Entertainment agency, Cho Sora belong to Wind Starshinee, and Min Jung, plot, and story are mine.




Jepang, 18 April 2008

Min Jung merasakan angin berdesir ringan diantara rambutnya. Ke dua bola matanya yang biru pucat tertuju pada sosok seorang pemuda yang sibuk memotret di sebuah kuil.

“Oniisan” desisnya dalam hati.

“Nona, sudah waktunya kita pergi” seorang pria berkemeja rapi menghampiri Min Jung.

Min Jung mengangguk seraya meniti langkah mengikuti pria berkemeja itu. Tangannya terkepal kuat sementara ke dua bibirnya terkatup sangat kuat, Min Jung mencoba menahan airmatanya.

Pesawat yang dijadwalkan berangkat siang ini datang tepat pada waktunya. Dia membawa Min Jung beserta perasaan sedih yang terbungkus rapi di dalam hati.

***

Min Jung merapikan segala keperluannya dengan cermat. Dia menatap deretan buku yang tersampul rapi di atas meja serta tempat pensil berbentuk bayi burung hantu sambil tersenyum.

“Semua sudah beres, sekarang aku siap berperang !” teriak Min Jung berapi – api.

“Berperang untuk apa?” seorang gadis berwajah masam masuk ke kamarnya.

“Bisakah kau sedikit sopan nona muda? Masuk tanpa mengetuk pintu” kata Min Jung dengan 
gaya seolah – olah dia sedang berbicara dengan gadis kecil.

“Ne~ unnie “ gadis itu tertawa mengejek sangat menyebutkan kata tersebut.

Setelah itu, keduanya pun tersenyum dan saling berpelukan. Min Jung menatap gadis bertubuh jangkung dihadapannya. Sahabat kecilnya yang selama ini tinggal di korea demi mengejar cita – citanya menjadi seorang penulis.

“Sora, kata ahjumma kau akan tinggal disini bersamaku?” tanya Min Jung.

“Ne~ dan coba tebak, kita juga satu sekolah”

Air muka Min Jung berubah semakin cerah mendengar kata – kata itu. Sejak diminta pindah ke korea untuk mengikuti ke dua orangtuanya, Min Jung tidak pernah merasa sebahagia ini. Dia selalu marah dan merasa terjebak dalam sebuah keadaan yang tidak seharusnya. Min Jung sangat mencintai Jepang dan tidak ingin pergi dari negeri matahari terbit itu.

“Hey, kenapa melamun?” Sora mengagetkan Min Jung.

“mwo?ah aniyo, aku hanya merenung. Akhirnya aku menyukai korea”

“Ah~ sekarang sudah ada Hyun dan aku makanya kau senang” goda Sora.

Min Jung tersenyum sendu lalu menarik tangan Sora keluar kamar. Hyun adalah kekasih Min Jung sejak setahun yang lalu. Hyun sangat memperhatikan Min Jung dalam diam, dia adalah tipe pria yang cuek namun penyayang.

Sora menyenggol lengan Min Jung sambil tersenyum penuh arti. Min Jung mengalihkan pandangannya pada sosok pria dihadapannya. Pria itu tersenyum penuh arti seraya turun dari motor putihnya.

“Annyeong, hari pertama masuk SMA aku harus mengantarmu”

“Hyun aku . . .” Min Jung menatap Sora dengan tatapan berharap.

Sora mendorong Min Jung kehadapan Hyun dan membentuk lingkaran kecil ditangannya seraya menggumamkan kata “its ok”.

***

Pelajaran telah dimulai sekitar 10 menit, Min Jung terus menatap keluar jendela dan melihat para siswa yang dihukum karena telat.

“Sssstt, Min Jung-ah “ Sora berdesis kecil sambil menarik badannya mendekati Min Jung “kau masih memikirkan pria itu kan? Pria jepangmu”

Min Jung mengangguk perlahan. Sora mendesah “ckckckc, pabo yeoja!” lalu dia pun mulai berceramah panjang lebar mengenai Hyun serta cintanya yang besar pada Min Jung. Sora terlalu bersemangat sehingga tidak menyadari bahwa guru mereka telah berdiri disampingnya.

 “Kau tahu kalau Hyun . . .”

“Ehm . .”

“Bisakah kau diam sebentar, aku sedang sibuk . . .” Sora membalikkan badannya dan menatap wajah gurunya yang terlihat marah “. . . er sonsaengnim hehehehe . .”

“Jika sekali lagi kau membuat keributan, kau akan berdiri dengan satu kaki di depan pintu itu !” kata guru tersebut dengan mata melotot.

“Ne~ “ Sora mengangguk malu sementara teman – temannya tertawa mengejek. Min Jung tidak memperdulikan hal tersebut karena ke dua bola matanya tertuju pada sosok seorang pria berambut pirang yang dikuncir setengah.

“Aniyo . . . itu bukan dia” Min Jung menepuk – nepuk wajahnya sendiri seolah – olah dia baru saja bermimpi “Min Jung~ah kau harus sadar”.

***

Hyun menatap tempura dan nasi kepal yang dibuatkan oleh Min Jung.

“Kau tidak suka?” Min Jung mencoba menerka ekspresi Hyun.

“Ah aniyo, aku sudah terbiasa dengan makanan Jepang sejak bersamamu” Hyun mengelus rambut hitam Min Jung dengan lembut.

“EHEM ! YA! Bisakah kalian menjaga perasaanku? Tolong jangan bermesraan selagi aku disini” Sora berdecak marah dengan makanan yang masih terkulum dimulutnya.

“Ahahahaha mian . . .” Hyun dan Min Jung tersenyum menatap ekspresi Sora.

Tepat saat itu, seorang pria berambut pirang yang dikuncir setengah melintas diantara pepohonan. Mata Min Jung terbelalak lebar dan tanpa sadar dia berlari mengejar pria itu.

“Chagi . . .” Hyun mencoba menahan Min Jung namun Min Jung menangkis tangan Hyun dan berlari mengejar pria itu.

“Itu Yon sama ! Dia Yon sama !” teriak Min Jung dalam hati.

- continue -

best regrads Pipit xoxo 
Read More..