Tampilkan postingan dengan label RUMAH JENDELA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label RUMAH JENDELA. Tampilkan semua postingan

Minggu, 06 Januari 2013

ORIGAMI, FLANEL, CERDAS CEMAT RJ

Minggu sibuk lagi. Hari ini seperti hari Minggu di bulan Desember lalu, saya bermain lagi bersama Rumah Jendela (tengok postingan bulan Desember di sini).

Jika Desember kemarin kita masak memasak bersama Zeze, hari ini kita bermain dan nonton film. Acara dimulai sejak pagi. Pukul tujuh teng~ sudah diminta berkumpul untuk segera pergi ke tempat Rumah Jendela. Saya masih menggeliat malas ketika terbangun pukul lima. Cuaca di Bandung sangat kondusif untuk tidur. Kebetulan partner tebengan ke Rumah Jendela, si Anna juga telat datangnya jadi masih ada sisa waktu untuk berleha-leha sambil menyiapkan kembali bahan-bahan. Kali ini saya bertindak sebagai penanggung jawab flanel (padahal saya masih amatir, ha ha ha).

Perjalanan ke Rumah Jendela diselingi dengan singgah dibeberapa tempat, untuk membeli lem UHU sebagai pengganti lem tembak yang sepertinya tidak bisa digunakan.

Ketika sampai di Rumah Jendela, ternyata anak-anak dan beberapa pengurus Rumah Jendela sedang menyaksikan film Hafalan Shalat Delisa. Yup, berarti masih ada waktu untuk beristirahat sebentar. Jujur saat itu kepala saya masih nyut-nyut-an karena menahan kantuk. Maklum tidurnya menjelang shubuh.

Sambil menunggu anak-anak dan pengurus Rumah Jendela selesai menyaksikan film, kami yang duduk di mushala mulai sibuk membuat origami.

ayo tebak saya yang mana? :P


Jeng jeng . . .

Nonton film selesai. Waktu untuk kerajinan tangan pun tiba. Anak-anak tersebut dibagi menjadi dua kelompok. Sebagian membuat origami dan sebagiannya lagi membuat kreasi flanel. Untungnya saya dibantu Ana yang sudah paham seluk beluk (cielah) kreasi flanel, Wina si master masangain gantungan kunci, Gilih yang diam-diam jago mainan flanel (main?), dan Risna yang setia mendampingi saya ketika mengurus kreasi bros dari flanel (maklum lagi ngantuk dan menahan sakit tenggorokan).

bros pita dan buntelan kupu-kupu [?] kreasi anak-anak
pocket hape ala anak-anak dan saya sendiri :3
Berhubung ketika proses membuat saya sedikit sibuk jadi tidak sempat mendokumentasikan seluruhnya (dokumentasi lengkapnya di Bapak Teguh :P ) jadi saya cuma sempat mendokumentasikan foto anak-anak dikelompok bros. Kelompok gantungan kunci belum sempat difoto juga karyanya, maaf.

kelompok membuat bros cewek semua
pemenang kreasi flanel, foto yang bertiga nge-blur :|
Nah sementara sebagian anak sibuk membuat kreasi flanel, sebagian lainnya juga membuat kreasi melipat kertas/origami di Rumah Jendela dengan penanggung jawab Mas Abid. Berikut ini dokumentasi yang saya comot dari facebook Rumah Jendela :

lagi pada serius nih
ini  dia origami kodoknya \(>.<)/
Setelah bersenang-senang dengan nonton serta berkreasi, waktunya mengasah kemampuan otak dalam cerdas cermat. Yup, ini adalah rangkaian terakhir liburan untuk anak-anak di Minggu ini.

teeeeeeeeeet! waktu habis, Juri Koh Biyan menjelaskan jawaban yang tepat
"pulpen mana? penonton harap diem ya" kata Ika selaku MC
Bersenang-senang, makan, ibadahnya sudah rasanya kurang lengkap tanpa adanya foto-foto. Betul apa betul?

Ciye Asrudi punya banyak fans nih
ayo senyum~
say cheese~
adek-adeknya narsis juga ya :P
lagi pada ngapain nih?
sebelum kadonya dibagikan, foto dulu~
It was fun !

Meskipun menahan kantuk dari pagi tapi berbagi itu menyenangkan (seperti kata Inna :P ) apalagi setelah selesai rangkaian acara, Mas Abid dan Risna mentraktir kita semua makan di rumah makan Selasih. Alhamdulillah. Traktiran wujud syukuran bertambahnya umur. Barakallah, semoga diberikan yang terbaik ya Mas Abid dan Risna, aamiin. Makasih makan-makannya, meskipun ada sedikit tragedi perebutan makanan :P

Cukup untuk hari ini. Melelahkan tapi menyenangkan !

So, kegiatan apalagi yang akan diadakan Rumah Jendela? Pengen ikutan ? kepoin saja di facebook Rumah Jendela  , fanspage Rumah Jendela atau twitter Rumah Jendela.

Kami juga menerima sumbangan buku buat ngisi rak buku di Rumah Jendela, yang berminat menyumbangkan buku . . . yuk mari mention atau pm aja link di atas tadi \(^.^)

Sekian. Adios.
- Regards Pipit, menulis dan menggambar karena cinta -
Read More..

Minggu, 16 Desember 2012

RUMAH JENDELA DAN MASTERCHEF

Selamat apa aja dunia.

Hari ini sungguh hari ter-pegel saya dalam seminggu ini. Siap-siap dari pagi buat ikut acara masak-masak yang diadain Rumah Jendela.

Rumah Jendela? Apaan tuh, kalau rumah tanpa jendela sih tahu.



Rumah Jendela adalah Ruang pemberdayaan masyarakat dengan konsep perpustakaan guna memperluas pengetahuan dan menjadi katalisator perekonomian masyarakat.

Mission
1. Menjadikan 'satu juta Rumah Jendela' sebagai gerakan nasional.
diberbagai kawasan sub-urban hingga desa terpencil Indonesia
2. Memberikan berbagai pelatihan pengembangan potensi, guna meningkatkan kwalitas masyarakat
3. Mencetak generasi-generasi muda yang tangguh kreatif dan produktif dalam meraih cita-cita dan menatap masa depan.


Bersama mewujudkan impian Indonesia, mencerdaskan dan mensejahterakan kehidupan bangsa. - fp Rumah Jendela

Baru beberapa minggu saya bergabung dengan Rumah Jendela. Dan baru hari ini saya ikut kegiatan yang diadakan Rumah Jendela. Jadi, beberapa waktu sebelumnya pengurus Rumah Jendela mengadakan semacam survei ke penduduk dekat markas Rumah Jendela untuk bertanya kegiatan apa yang mereka inginkan? Beberapa menjawab penghijauan, membuat prakarya, dan memasak.

Hari minggu dijadwalkan untuk melangsungkan kegiatan masak memasak dengan Zartik Zahra sebagai chefnya. Pasti pada gak tahu ya Zartik Zahra itu siapa? Kalau Zeze tahu tidak? Yap, salah satu kontestan Master Chef 2.

Kebetulan Zeze berkuliah di ITTelkom dan setidaknya memungkinkan untuk diundang mengisi kegiatan tersebut. Maklum acaranya di Bandung dan Desember ini (agak dadakan menyiapkannya [?] ).

Persiapan di mulai sejak pagi. Menjemput Zeze di cafe bambu Zeze, mengangkat oven miliknya, dan menghubungi teman-teman lain untuk bersiap-siap. Setelah sampai di tempat acara masak-masak tersebut, masing-masing orang mulai mempersiapkan segala perlengkapan. Mulai dari memasang tenda, menghubungi Ibu-ibu, serta membantu Zeze mempersiapkan bahan.

Semua telah siap, maka dimulailah pembuatan colorfull cookies ala Zeze.

Kumpulan Ibu-Ibu
Zeze membuat adonan kue berdasarkan resep yang telah dia bagikan sambil sesekali memberi masukan tentang pembuatan kue, juga menjawab pertanyaan beberapa Ibu. Setelah adonan yang dibuat jadi, adonan tersebut dibagikan kepada para Ibu untuk dicetak.

hasil cetakan kue
Zeze menjawab pertanyaan seorang Ibu

Setelah adonan selesai dicetak, oven besar milik Zeze pun disiapkan. Sambil menunggu kue-kue tersebut setengah matang, para Ibu beristirahat di rumah sekitar. Zeze dan pengurus Rumah Jendela melaksanakan shalat dzuhur, mengurus icing, bercanda dan saling bertukar cerita.

Bagaimana sih rasanya ikut master chef?

Begitulah, apa yang ditampilin di teleivisi itu cuma sebagian saja, tekanannya lebih berat di sana.

Chef Juna ganteng gak sih? (lupa siapa yang nanya)

Gak tau, dia bukan tipe aku jadi menurutku biasa saja (sambil tertawa).

Eh Bu Dessy gimana sih?

Mami Dessy baik kok cuma emang tegas orangnya.

Zeze nyeremin waktu masuk ke black team

(cuma tertawa)

Obrolan berlanjut ke sana kemari sambil gangguin beberapa anak jendela dan mantan Presma kampus- Kak Geni (Zeze juga ikut jahil mengganggu kak Geni).
Beberapa Ibu dan anak-anak kadang datang dan meminta foto bareng Zeze. Kapan lagi kan ya?

Beberapa menit berlalu. Kue telah setengah matang dan icing telah siap. Ibu-ibu dipanggil kembali untuk menghias. Wangi kue semerbak kemana-mana, anak-anak mulai berkumpul. Satu dua terlihat ingin mencicipi.

Zeze memberi contoh dan bilang silahkan berkreasi seunik mungkin

Niko ikut-ikutan menghias kue
Kue-kue tadi kembali dipanggang sebentar. Wanginya semakin membuat air liur menetes (pengaruh laper juga sih).

Beberapa menit berlalu, kue telah matang. Ibu-ibu berkumpul, anak-anak berbaris rapi. Semua bisa mencicipi kue yang telah dibuat. Rasanya enak, kalau kata anak-anak Rumah Jendela rasanya kayak monde butter cookies. Icingnya juga renyah, sayang gak bisa nyicip setoples (laper apa doyan ya).

kue sudah terbagi setengah baru pada ingat foto, kurang jelas (maklum fotoinnya pake hape)

Dengan berakhirnya icip-icip, berakhir pula kegiatan hari itu. Beres-beres. Beberapa Ibu mengucapkan terimakasih karena ilmu yang telah dibagi Zeze dan kembali meminta untuk berfoto-foto ria.

Kelar semuanya, para pengurus dan teman-teman Rumah Jendela berkumpul buat foto bareng, sambil ngasih kenang-kenangan gambar buat Zeze.

ceritanya pake efek blur gitu (ya kali)

agak narsis dikit boleh kan ya? :v

Fuuuuh, hari yang melelahkan tapi juga menyenangkan. Lebih dekat dengan warga sekitar dan berbagi itu menyenangkan rupanya ya. Semoga bisa ikut kegiatan Rumah Jendela lainnya. Harapannya sih di kota lain juga mulai membentuk Rumah Jendela, bukan hanya di Bandung dan terimakasih banyak buat Zeze yang sudah meluangkan waktunya :D
Sekian. Adios.


- Regards Pipit, menulis dan menggambar karena cinta -
Read More..