Minggu, 08 Juli 2012

KIMI GA DAISUKI

Aku melihat kimy yang duduk disebelahku. Ya dia Kimy, dia bukanlah Freya. Ku pejamkan ke dua mataku, menarik nafas sedalam - dalamnya. Aroma summer fragnance menari - nari di indera ku.

"Freya, hope you not here with me" batinku.

"Yang kamu lihat dari dirinya adalah diriku" kata Kimy tiba - tiba.

Aku hanya tersenyum lalu memeluk Kimy dan berkata, "Kau benar, dan aku yakin yang selama ini ada dihatiku hanya kamu meskipun . ." kata – kata itu menggantung begitu saja.

Sebuah kenangan kembali menyeruak. Aku kembali mengingat masa - masa itu.

*

"Ichi, Ichi kun bangun !!! KENICHI HIROGANO BANGUN!!!!!" teriak Kimy.

Aku membuka mataku perlahan. Wajah Kimy terlihat sangat menakutkan. Bibirnya melengkung ke bawah dan matanya yang bulat melotot ke arahku.

"Nande?" tanyaku.

"NANDE MO NAI !!!" teriak Kimy seraya meninggalkanku dengan cepat.

Itulah Kimy, gadis tomboy yang selama setahun ini resmi menjadi pacarku. Aku menyukainya sejak pertama kali melihatnya saat upacara penerimaan siswa baru di SMP Togano. Dia terlihat sangat bersemangat dan berbeda. Saat semua gadis seusianya sibuk dengan penampilan masing - masing, Kimy dengan cueknya berdandan apa adanya. Aku masih ingat dengan jelas ketika semua gadis di kelasku ketakutan saat di jahili Takeshi dengan cacing mainan, Kimy dengan santainya mengambil cacing itu dan menggantinya dengan ular kecil yang kemudian sukses membuat Takeshi lari terbirit - birit. Kimy memang berbeda dan hingga sekarang itulah yang membuatku kagum padanya.

"Kimy, ada apa?" tanyaku setengah berlari mengejarnya.

"Kamu !!! Tau ah"

"Kimy, kamu marah ya karena aku ketiduran di dalam kelas? semalam aku membantu Ayah menjaga toko dan .."

"Ya ya ya, bukan karena itu Ichi - kun " Kimy memotong perkataanku dengan cepat.

Aku duduk disebelahnya dan memasang wajah bertanya.

"Kamu janji akan menyelesaikan masalah ini sebelum kita berpisah. Bulan depan kita udah berpisah" Wajah Kimy terlihat sendu.

"Ya" kataku datar, aku mengerti betul apa yang sedang dia bicarakan.

Kimy dan aku kini telah menjadi siswa SM, bulan depan adalah perayaan kelulusan kami. Kimy mendapat beasiswa untuk melanjutkan kuliah disebuah universitas negeri ternama di London. Sementara aku hanya akan melanjutkan bisnis keluargaku. Inilah awal dari semua masalah itu. Orang tua Kimy dan orang tuaku tidak cocok satu sama lain. Jelaslah hubungan kami juga mendapat pertentangan yang luar biasa. Aku berjanji pada Kimy akan menyelesaikan masalah ini sebelum lulus karena kami berdua tidak ingin dipisahkan. Sungguh naif pemikiran itu.

"Jadi bagaimana?" tanya Kimy membuyarkan lamunanku.

"Aku tidak tahu. Ayah dan ibuku masih tidak setuju"

"Haaah” Kimy menghela napas panjang, “sepertinya memang tidak bisa"

Kimy menangis dan ini untuk kesekian kalinya aku melihatnya menangis karena salahku. Aku mengangkat wajahnya dan mengusap air matanya. Rasanya sedih melihatnya begitu terluka karena keegoisanku. Saat itu sempat terpikir betapa bodohnya aku. Dulu saat Kimy mengetahui hubungan ini tidak disetujui mengapa aku tetap ingin mempertahankannya? Sementara Kimy telah ikhlas merelakan semuanya berakhir. Aku ingin memutar waktu. Aku tidak ingin melihat Kimy menangis lagi karena aku sayang padanya.

"Maafkan aku" kataku lirih.

*

Hari ini Kimy berangkat ke London. Aku tidak bisa mengantarnya ke bandara karena aku tidak ingin membuatnya sedih. Alasan lain adalah karena Ayahku memintaku untuk tinggal di rumah menunggu klien kami. Aku tahu, Ayahku sengaja melakukan itu karena dia tidak ingin aku bertemu Kimy. Aku juga telah diberi peringatan oleh Ayah Kimy agar jangan mengantar Kimy ke bandara.

"Kamu hanya akan membuatnya terluka !! Om kecewa telah menyetujui hubungan kalian sementara keluargamu masih saja menganggap Kimy sampah !!!"

Aku hanya duduk terdiam di dalam kamar dan melihat foto Kimy yang tersenyum ceria. Dengan segera ku raih handphone ku dan mengetik sebuah pesan singkat.

Maafkan aku tapi mungkin semuanya harus berakhir. Aku tidak ingin membuatmu sedih. Mungkin ini yang terbaik. Kamu akan selalu ada di hatiku, hontouni gomen nasai.

Ku matikan handphoneku dan tertidur dengan perasaan sedih. Tapi  aku tahu inilah yang terbaik untuknya.

*

Setahun telah berlalu . . .

Hal terakhir yang Kimy katakan padaku setelah aku bersikeras meminta semuanya berakhir adalah " KENICHI BAKA !!!! AKU BENCI KAMU"

Sakit rasanya saat membaca pesan singkat itu tapi aku sadar, semua ini memang salahku. Aku berharap hal tersebut merupakan hal terakhir yang membuatnya meneteskan airmata.

"Ken, kamu kenapa?" suara lembut menyapaku.

"Gak. Bagaimana ujiannya?" tanyaku sambil tersenyum.

"Lancar kok. Tadi Profesor Shitaro memberikan pujian padaku karena lukisan ini"

Gadis itu menunjukkan lukisan seorang pria dengan banyak warna.

"Itu kan aku. Freya kamu ..." kataku kagum seraya mengambil lukisan tersebut.

"Aku ingin memberikannya padamu saat perayaan hari jadi kita yang pertama tapi ya sudahlah" Freya tersenyum simpul, wajahnya memerah menahan malu.

"Arigatou"

Dia adalah Freya Takishima. Seorang mahasiswi jurusan seni rupa yang kini menjadi kekasihku. Dia adalah seorang gadis yang ceria dan suka sekali menggambar. Aku menyukainya tetapi belum menyayanginya.

Setelah berpisah dengan Kimy, aku telah menjalin hubungan dengan beberapa orang gadis dan semua itu hanya bertahan sebentar. Aku tidak tahu apa yang sebenarnya aku cari. Tetapi untuk gadis yang satu ini, aku mulai merasa nyaman.

"Bagaimana pekerjaanmu hari ini? Lancarkan?" tanya Freya.

"Iya. Semuanya lancar kok"

"Ken...ada yang ingin aku tanyakan"

"Ya ?"

"Siapa Kimy?"

Aku terdiam. Kenapa Freya menanyakan hal itu padaku?

"Dia mantan kekasihku. Kenapa?" kataku datar dan mencoba memasang ekspresi sewajar mungkin.

"Oh begitu, kemarin aku bertemu dengannya di depan rumahmu. Dia marah padaku karena tahu aku adalah kekasihmu"

Freya menatapku dengan tegar. Aku tahu dia merasa terluka. Tapi, aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan. Pikiranku dipenuhi banyak pertanyaan. Kimy ada disini disaat aku mulai membuka hati untuk seorang gadis.

*

Kimy telah duduk di hadapanku. Dia terlihat lebih kurus dari sebelumnya namun dengan pesona yang lebih segar. Wajahnya tampak sangat manis dengan sedikit blush on berwarna peach. Kimy telah berubah dan harus ku akui bahwa aku semakin menyukainya.

"Selamat ya. Well, mungkin aku sedikit shock mendengarnya dan aku minta maaf telah mengganggu hubunganmu. Tapi, sekarang aku bisa menerima semuanya kok. Ini bukan salahmu" kata Kimy seraya tersenyum.

Jantungku bergetar saat melihatnya tersenyum. Aku ingin memeluknya dan meminta maaf. Aku ingin memiliki kimy sekali lagi.

"Its okay Kimy"

Suara Freya membuatku tersadar bahwa hal itu tidak mungkin.

Aku menoleh ke samping dan melihat Freya tersenyum ke arah Kimy dan seorang pria yang duduk di sebelahnya. Pria itu adalah James, kekasih baru Kimy.

Ya, semuanya tidak mungkin kembali seperti semula, hingga suatu hari . . .

"Aku masih menyayangimu" kata Kimy sambil menatap mataku.

Aku merasa semua ini hanya mimpi. Tetapi jika ini mimpi, aku berharap agar aku tidak akan terbangun lagi.

"Ta - tapi"

"Ssst"

Kimy menempelkan jarinya ke bibirku dan membuatku terdiam. Aku mengangguk dan memeluknya. Waktu dan dunia telah berubah tetapi perasaan ku padanya masih tetap sama.

*

Aku dan Kimy menjalani hubungan yang sungguh sangat terlarang. Aku masih memiliki Freya namun aku sama sekali tidak mencintainya. Aku mencintai Kimy meskipun dia telah bertunangan dengan James.

Aku selalu menemani Kimy disaat dia bersedih. Aku selalu ada untuknya seolah - olah dialah kekasihku. Aku tahu ini salah tetapi aku menikmatinya. Setidaknya aku masih bisa memeluk Kimy dan menenangkan hatinya.

Kimy memang benar, yang aku lihat pada diri Freya adalah Kimy. Mereka menyukai hal yang sama, penampilan pun hampir sama. Tetapi, orang yang ku cintai tetaplah Kimy. Aku tidak tahu sampai kapan aku akan terus bertahan pada situasi ini.

“Kimi ga daisuki”

END


 KOSAKATA :

Nande : Mengapa/Kenapa?
Nande mo nai : Tidak ada/Tidak mengapa/ Tidak apa - apa
Hontouni gomen nasai : hontou (sungguh) gomen nasai (maaf) - maaf banget
Baka : bodoh
Arigatou : Terimakasih
Kimi ga daisuki : aku menyukaimu





- Regards Pipit, menulis dan menggambar karena cinta -

1 komentar:

  1. Kyaaaa Kimy dan Ichi pernah gw pake juga buat tokoh ff gw.. tapi bedanya kalau di gw Kimy yang cowo.. <---berarti gw terbalik ya hoho..

    kisah asmara yang rumit.
    tapi itu pilihan dan ngga pernah ada yang salah rasa cinta itu, itu anugerah. hanya saja mungkin waktu dan yang berperan belum tepat.

    BalasHapus

what do u think, say it !